Wednesday, August 29, 2018

Menurut Ahli, Ini Alasan Anda Belum Bisa Melupakan Mantan Kekasih

Edit Posted by with 1 comment

Melupakan mantan kekasih bukanlah pekerjaan yang mudah. Membuang jauh-jauh bayangan orang yang sebelumnya mengisi hari-hari kita membutuhkan waktu dan juga usaha yang panjang. Belum lagi kalau mantan kekasih tersebut termasuk ke dalam kategori mantan terindah yang memberikan banyak kenangan.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa Anda masih belum bisa melupakan mantan, seperti yang dilansir dari thisisinsider .com pada Rabu (15/8/2019).

1. Anda kesepian

Menurut Erika Ettin, seorang pemandu hubungan dan pendiri dari A Little Nudge, salah satu alasan utama mengapa Anda belum bisa melupakan masa lalu adalah karena merasa kesepian pada saat ini.

Putus cinta memang terkadang membuat seseorang kaget dengan situasi yang terjadi secara tiba-tiba. Anda akan menjadi lebih sering melamun dan memikirkan kenangan yang sudah-sudah. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan banyak kesibukan untuk mengalihkan perhatian dari sakitnya hati tersebut.

"Kembali ke hobi yang Anda lakukan sebelumnya, lakukan apapun yang dapat membuat Anda senang, serta berhubungan kembali dengan teman-teman yang sudah lama tidak berjumpa," paparnya penuh nasihat.

Stalking bukan aktivitas yang tepat untuk move on


2. Masih melihat sosial medianya

Masih menyimpan akun sosial media mereka dan tetap melihat unggahannya, bukan merupakan ide yang baik menurut Ettin. Sebab, hal ini hanya akan menggagalkan program move on Anda dan tergoda untuk menghubunginya kembali.

"Blokir, unfriend, unfollow, dan batalkan segala jenis pertemanan di sosial media." ujarnya.

Anda tetap bisa berteman dan berkirim pesan dengan mereka di kemudian hari, tetapi tidak ketika belum move on.

3. Hanya mengingat kenangan yang baik

Sebaik apapun mantan, ia masih tetap seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan. Namun, lazimnya ditemui pada orang-orang yang gagal move on adalah hanya melihat sisi baiknya saja dan mengabaikan fakta bahwa ia juga sering menyakiti Anda.

4.Tidak mau belajar melupakan


Niels Eek, seorang psikolog mengatakan bahwa belajar melupakan adalah salah satu langkah paling penting untuk melepaskan diri dari masa lalu.

"Pikirkan bagaimana cara Anda dapat lepas dari situasi tersebut. Meski awalnya terasa sulit, tetapi dengan lebih banyak melatih diri dan memahami semuanya, maka Anda akan menemukan proses yang lebih mudah." paparnya.

5. Manusia adalah makhluk sosial

Niels Eek juga mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang selalu mengalami kesulitan untuk menjauhi seseorang meskipun orang tersebut berlaku buruk pada mereka.

"Hasil penelitian dari London School of Economics menemukan bahwa kunci kebahagiaan tidak akan ditemukan pada kekayaan, tetapi lebih kepada mental yang sehat dan hubungan pertemanan." jelasnya. Tanpa hubungan, kita akan merasa kesepian, dan hal tersebut dapat berkembang menjadi depresi dan kecemasan.



Curhat Pilu Pria yang Batal Menikah Setelah 5 Tahun Pacaran

Edit Posted by with No comments


Hubungan yang langgeng dan awet pasti diinginkan banyak pasangan. Namun sayang, seiring berjalannya waktu, hubungan tersebut bisa putus karena beragam faktor. Hingga akhirnya tak sampai pada jenjang yang serius.

Inilah yang dialami seorang pria yang kisah cintanya viral belakangan ini di jejaring sosial. Akun Facebook Irwan Sfri membagikan ceritanya pilu seorang pemuda, setelah menjalani asmara dengan kekasihnya sampai lima tahun.

Nyatanya hubungan yang telah berjalan lama itu harus kandas, setelah sang pria memeriksa ponsel kekasihnya yang ternyata ketahuan selingkuh.

"Di saat aku ingin meminangmu, di situ aku tahu bahwa kamu selingkuh," tulis sang pemuda dalam akun Facebook pribadinya. Kisah yang dialaminya membutkikan bahwa tak selamanya hubungan yang berjalan dalam waktu lama mampu membuat pasangan bisa duduk di pelaminan bersama.


Reaksi warganet



Meski begitu, ia bersyukur bahwa Tuhan menunjukkan hal itu sebelum yakin untuk meminang sang pacar. Kisah yang dialami oleh Aidil telah dibagikan akun Facebook Irwan Sfri dan telah dibagikan hingga 51 ribu kali.

Tentu warganet pun turut memberikan beragam komentar tentang kisah cinta tersebut. Ada yang memberikan dukungan kepada sang pria dan tak sedikit pula memihak pada mantan kekasihnya.

"Namanya juga pacaran. Biasalah putus. Salah sendiri gak ikat segera. 5 tahun jalan. Lu kata cicilan motor," tulis Said Al Arsyid.

"Aduuuuhhh selma 5 tahun cuma jagain jodoh orang," komentar Endah Azzahra.

"Mungkin 5 thn ga ada kepastian melamar buat apa bertaun2 kalau tdk ada tujuan menikah," sahut Aniatus Solviana.

"Udh lah anggap aja bukan jodoh lagian kita juga gk tau yg benar yg mana, kan ya hanya Tuhan yg tau ," Ariyani Dessy.

Putus Nyambung dalam Hubungan Asmara Bisa Memicu Gangguan Jiwa?

Edit Posted by with No comments


Dalam setiap hubungan, akan selalu ada pasang surutnya. Putus nyambung mungkin dialami oleh sebagain orang saat berpacaran.

Namun, siklus putus nyambung ketika berpacaran ini dikatakan oleh para ahli sebagai hal buruk bagi kesehatan mental Anda.

Dikutip dari laman Indy100, Rabu (28/8/2018), para peneliti, yang dipimpin oleh Brian Ogolsky dan Ramona Oswald dari University of Missouri-Colombia, menemukan bahwa mereka yang putus nyambung bukan hanya didera sakit hati. Kondisi itu diduga bisa merusak pikiran.

Menurut para ahli, jika hubungan selalu putus nyambung, lebih baik segera diakhiri. Karena akan berakibat buruk bagi kedua belah pihak.

Meski demikian, Kale Monk, asisten profesor pengembangan manusia dan ilmu keluarga punya analisis yang bersebrangan dengan pernyataan sebelumnya.

Bagi Monk, putus nyambung itu tak selalu jadi pertanda buruk bagi pasangan kekasih.

Menurutnya, putus nyambung dapat berkontribusi pada kesadaran mereka untuk terus membina hubungan yang baik. Baginya, ini dapat membuat pasangan lebih bisa berkomitmen satu sama lain.

Salah satu penyebab putusnya hubungan di dasari oleh tingginya tingkat kecemasan dan depresi dari satu atau bahkan dua belah pihak.


Bebas dari Belenggu Patah Hati


Banyak orang menganggap patah hati bisa mengakibatkan perasaan hancur berkeping-keping, sehingga membuat hidup seperti tidak ada gairahnya.

Lebih dari itu, menurut ilmu pengetahuan, "rasa hampa" akibat patah hati juga bisa menjadi penyebab insomnia, kurang fokus, hingga mengancam fungsi kekebalan tubuh.

Menurut penelitian ilmiah terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology: General, para peneliti menguji berbagai strategi kognitif, dan menemukan beberapa langkah terbaik untuk membantu seseorang mengatasi deretan masalah di atas, yang disebabkan oleh patah hati.

Dikutip dari Time.com pada, para peneliti mengumpulkan 24 orang yang patah hati, dengan kisaran usia 20-37 tahun, di mana telah menjalin hubungan jangka panjang selama rata-rata dua setengah tahun.

Beberapa responden mengaku telah dicampakkan, sementara yang lain mengakhiri hubungan mereka secara sadar, tetapi semua merasa kesal.

Dalam serangkaian petunjuk, para responden dilatih menggunakan tiga strategi kognitif yang dimaksudkan untuk membantu mereka melanjutkan hidup setelah menderita patah hati.

Strategi pertama adalah menilai kembali mantan mereka secara negatif. Para responden itu diminta untuk memikirkan aspek-aspek yang tidak menguntungkan dari mantan kekasih mereka, seperti kebiasaan yang sangat menyebalkan.

Setelahnya, diketahui bahwa setelah menyoroti sifat-sifat negatif tersebut, mayoritas responden mengaku bisa menghalau pikiran masa lalu.

Dalam strategi lain, yang disebut reappraisal (penilaian kembali) cinta, responden diminta untuk membaca dan percaya pernyataan penerimaan, seperti "Tidak apa-apa untuk mencintai seseorang yang tidak bersama saya."

Daripada berjibaku dengan apa yang mereka rasakan saat patah hati, mereka diperintahkan untuk menerima perasaan cinta mereka sebagai hal normal tanpa penghakiman.

Strategi ketiga adalah mengalihkan perhatian, dengan tujuan untuk memikirkan hal-hal positif yang tidak terkait dengan mantan. Di sini, para peneliti meminta seluruh responden untuk tidak memikirkan apapun tentang kisah percintaan di masa lalu.